Tinjauan Teologis Budaya Bedapat Makan dan Implikasinya Bagi Pelayanan Gereja

Authors

  • Dionesia Dionesia
  • Abang Hermanto

DOI:

https://doi.org/10.66511/anoterosjt.v1i2.61

Keywords:

Bedapat Makan, Pernikahan Kristen, Teologi, Pendekatan Pastoral

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketegangan antara tradisi budaya Bedapat Makan dalam komunitas Dayak di Kalimantan Barat dengan doktrin pernikahan Kristen. Praktik adat ini dianggap masyarakat setara dengan pernikahan yang sah, sehingga melegitimasi pasangan untuk hidup bersama layaknya suami-istri sebelum menerima pemberkatan nikah gerejawi. Hal ini menimbulkan masalah teologis, moral, dan pastoral bagi gereja. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, melalui wawancara dengan tokoh adat dan jemaat, serta analisis teologis terhadap data Alkitab dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Bedapat Makan memiliki unsur positif seperti keterlibatan keluarga, komitmen sosial, dan legitimasi komunitas, praktik ini bertentangan dengan prinsip Alkitab karena melegalkan hubungan seksual di luar pernikahan dan tidak melibatkan perjanjian sakral di hadapan Allah.

Author Biographies

  • Dionesia Dionesia

     

     
  • Abang Hermanto

     

     

References

Aloisius. “Wawancara tentang Praktik Budaya Bedapat Makan, Wawancara Langsung, 13 Mei 2022.” n.d.

Apriliani, Ribka, Selvi Selvi, dan Harming Harming. “Pendekatan Penginjilan Kontekstual Kepada Suku Melayu Riau Melalui Budaya Tepuk Tepung Tawar.” Jurnal Kala Nea 1, no. 2 (31 Desember 2020): 109–26. https://doi.org/10.61295/kalanea.v1i2.90.

Blegur, Romelus, dan Leniwan Darmawati Gea. “Menilik Efektivitas Konseling Pranikah Terhadap Pencegahan Disharmoni Dalam Rumah Tangga Kristen.” Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2, no. 2 (28 Desember 2022): 89–101. https://doi.org/10.55649/skenoo.v2i2.37.

Chandra, Leody Chandra, Yohanes Endi, Agustinus Gusti Randa, dan Gerwin Bernardus Putra. “PERKAWINAN ADAT DAYAK KANAYATN DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERKAWINAN GEREJA KATOLIK.” ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya 2, no. 2 (Juni 2022): 192–203. https://doi.org/10.37304/enggang.v3i1.4942.

Gunawan, Agus. Makna Pernikahan Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.

Jidan. “Wawancara tentang Praktik Tradisi Bedapat Makan, Wawancara Langsung, 15 Mei 2022.” n.d.

Liwin, Pdt. Naftali. “Wawancara tentang Budaya Bedapat Makan.” n.d.

Loresius. “Wawancara tentang Praktik Bedapat Makan, Wawancara Langsung, 13 Mei 2022,” n.d.

Manu, Mieke Yen, Irene Elvira Daik, Anggreani N. Paat, dan Octovianus Liu. “PENDAMPINGAN KAUM MUDA GEREJA DALAM PENCARIAN PASANGAN HIDUP.” Jurnal PKM Setiadharma 3, no. 2 (Agustus 2022): 116–26. https://doi.org/10.47457/JPS.V3I2.289.

Nake, Rosalia. “MENYIBAK TIRAI HIDUP BERSAMA TANPA IKATAN SAKRAMEN PERKAWINAN KATOLIK.” JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya 1, no. 1 (Februari 2020): 14–20. https://doi.org/10.56358/JAPB.V1I1.38.

Nasution, M. S. T. Gereja dan Kontekstualisasi Budaya. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2013.

Nugroho, Irzak Yuliardy, Mufidah CH, dan Suwandi. “Pluralisme Hukum Dalam Tradisi Perkawinan Sasuku Pada Masyarakat Minang.” Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law 4, no. 1 (April 2022): 25–41. https://doi.org/10.19105/AL-MANHAJ.V4I1.5722.

Paath, Jean, Yuniria Zega, dan Ferdinan Pasaribu. “Konstruksi Pernikahan Kristen Alkitabiah.” SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual 8, no. 2 (Oktober 2020): 181–202. https://doi.org/10.47154/scripta.v8i2.104.

Perangin Angin, Yakub Hendrawan, dan Tri Astuti Yeniretnowati. “Keluarga yang Sehat dan Kuat sebagai Profil Keluarga Kristiani.” Discreet: Journal Didache of Christian Education 1, no. 1 (2 Juni 2021): 1–12. https://doi.org/10.52960/jd.v1i1.3.

Prasetyo, Sigit. Etika Perkawinan Kristen. Yogyakarta: ANDI, 2017.

Sele, Ricu, dan Soelistiyo Daniel Zacheus. “Tanggapan Alkitab dan Gereja Terhadap Faktor Pemicu Terjadinya Perceraian.” Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 3, no. 1 (Juni 2021): 1–17. https://doi.org/10.37364/JIREH.V3I1.47.

Seman. “Wawancara tentang Praktik Budaya Bedapat Makan, Wawancara Langsung, 13 Mei 2022.” n.d.

Siddiq, Mohammad, dan Hartini Salama. “Etnografi Sebagai Teori Dan Metode.” Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam 18, no. 1 (Mei 2019): 23–48. https://doi.org/10.15408/KORDINAT.V18I1.11471.

Simpang. “Wawancara tentang Makna Bedapat Makan, Wawancara Langsung, 12 Mei 2022.” n.d.

Sintani, S. “Perkawinan Adat Dayak Ma’anyan sebagai Ujud Pendidikan Masyarakat.” Jurnal Studi Kultural 3, no. 1 (2018): 51–56.

Sitorus, Theresia Tiodora. “Implikasi Pembinaan Pemuda Gereja Atas Faktor-Faktor Penyebab Kasus Hamil di Luar Nikah.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4, no. 2 (31 Juli 2020): 194. https://doi.org/10.46445/ejti.v4i2.248.

Stott, John. Kesucian dalam Kehidupan Kristen. Jakarta: Gandum Mas, 2015.

Sugiyanto, L. Teologi Pernikahan Gereja. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Tumbol, Johana Betris, Sarce Rien Hana, dan Yeane Djelita Mesah. “Signifikansi Bimbingan Pranikah Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Kristen Pada Keluarga Kristen di Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Mongga Rote Ndao.” Ra’ah: Journal of Pastoral Counseling 2, no. 1 (Juni 2022): 1–23. https://doi.org/10.52960/R.V2I1.113.

Wardatun, Atun. “Legitimasi Berlapis dan Negosiasi Dinamis pada Pembayaran Perkawinan Perspektif Pluralisme Hukum.” Al-Ahkam 18, no. 2 (Oktober 2018): 147–66. https://doi.org/10.21580/AHKAM.2018.18.2.2438.

Winarto, Amos. Penelitian Ilmu Teologi. Yogyakarta: Kanisius, 2021.

Yahyo Yahyo. “Konsep Pernikahan Dalam Alkitab.” Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 4, no. 1 (April 2022): 28–34. https://doi.org/10.55606/corammundo.v4i1.54.

Downloads

Published

10-12-2023

Issue

Section

Articles

How to Cite

Tinjauan Teologis Budaya Bedapat Makan dan Implikasinya Bagi Pelayanan Gereja. (2023). Anoteros: Jurnal Teologi, 1(2), 111-127. https://doi.org/10.66511/anoterosjt.v1i2.61