Peran Roh Kudus Kepada Jemaat Mula-Mula Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:41-47 dan Aplikasinya Masa Kini
DOI:
https://doi.org/10.66511/anoterosjt.v1i2.6Keywords:
Peran Roh Kudus, Jemaat Mula-Mula, Kisah Para Rasul 2:41-47Abstract
Dalam kekristenan, dalam pribadi Allah terdapat Allah Roh Kudus yang merupakan pribadi ketiga yang membentuk gereja sebagai sidang jemaat. Tidak hanya itu, Roh Kudus juga membantu jemaat memahami firman Tuhan, memberikan petunjuk dan pengarahan rohani kepada pemimpin gereja dalam perannya di jemaat. Yang menjadi persoalannya, kehidupan jemaat masa kini sudah sangat berbeda dari kehidupan jemaat mula-mula. Kehidupan jemaat masa kini seringkali tidak mencerminkan identitas ’kekristenan’ yang sesuai dengan ajaran firman Tuhan, dibandingkan kehidupan jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2:41-47. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Roh Kudus kepada jemaat mula-mula berdasarkan Kisah Para Rasul 2:41-47 dan aplikasinya bagi orang percaya masa kini. Adapun penelitian ini menggunakan metode analisis teks dan studi literatur untuk menunjang pembahasan penelitian ini. Dari penelitian ini, diketahui bahwa Roh Kudus sangat berperan penting dalam memberi pembaharuan hidup jemaat, dalam membentuk karakter jemaat, dan membimbing jemaat dalam pelayanan. Dan aplikasinya bagi jemaat masa kini adalah jemaat masa kini harus membangun persekutuan dan memberitakan Injil sesuai dengan teladan yang diberikan oleh jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2:41-47. Di masa kini, peran Roh Kudus tetap relevan, terutama dalam membangun persekutuan yang kuat di tengah perubahan zaman yang cepat. Roh Kudus terus bekerja dalam jemaat untuk memberikan pengertian, penghiburan, dan arahan dalam pelayanan terkhusus dalamn pemberitaan Injil.
References
Nafiri Gabriel, 1996.
Billy, Graham. Roh Kudus Kuasa Allah Dalam Hidup Anda. Bandung, 1993.
Bridge, Donald, dan David Phypers. Karunia-Karunia Roh dan Jemaat. Bandung: Kalam Hidup, 1999.
Chamblin, J. Knox. Paulus Dan Diri (Ajaran Rasuli Bagi Kebutuhan Pribadi). Surabaya: Momentum, 2011.
Epan, Yovianus, dan Asih Rachmani Endang Sumiwi. “Peran Roh Kudus Dalam Pertumbuhan Gereja Menurut Kitab Kisah Para Rasul.” Sanctum Domine: Jurnal Teologi 12, no. 1 (2022): 49–62.
Horton, Stanley M. Oknum Roh Kudus. Malang: Gandum Mas, 2018.
Rouw, Randy Frank. “Tugas Roh Kudus Dalam Misi Berdasarkan Kitab Kisah Para Rasul.” Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 1, no. 1 (2019): 99–109.
Sinaga, Andri Vincent, dan Andri Rifai Togatorop. “Persekutuan Dan Pelayanan Yang Berdampak: Mengulik Makna Teologis Persekutuan Dan Pelayanan Berdasarkan Kisah Para Rasul 2: 41-47 Serta Implikasinya Bagi GKPS Masa Kini.” Innovative: Journal Of Social Science Research 3, no. 5 (2023): 3607–24.
Surita, Rano. “Karakteristik Jemaat Mula-mula dalam Kitab Kisah Para Rasul 2: 41-6: 7 dan Relevansinya Terhadap Pertumbuhan Gereja Masa Kini.” Jurnal Missio Cristo 2, no. 2 (2019): 125–61.
Tobing, Grace Na Anantha Lumban, Rike Yohana Simatupang, Rame Syahputri Br Regar, Kasih Natalouis Simamora, Nata Nael Pasaribu, Rizky Januaris Pardede, dan Megawati Manullang. “Pentingnya peranan Roh Kudus terhadap pendirian jemaat.” Jurnal Teologi Injili Dan Pendidikan Agama 1, no. 3 (2023): 18–27.
Tong, Stephen. Roh Kudus, Doa dan Kebangungan. Surabaya: Momentum, 2001.
Wagner, Peter. Manfaat Karunia Roh Untuk Pertumbuhan Gereja. Malang: Gandum Mas, 1991.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Abraham Soeprajogo, Susanto Susanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.