Budaya Belonokh Dalam Suku Dayak Kebahan Sebagai Upaya Kontektualisasi Pujian Dan Penyembahan
DOI:
https://doi.org/10.66511/anoterosjt.v1i1.5Keywords:
belonokh, penyimpangan terhadap budaya belonokhAbstract
Abstract: Abstract The purpose of this paper is to analyze a Belonokh Dayak culture Kebahan as a contextualization effort in Praise Worship. The study of aspects of the meaning and value of Belonokh culture in an effort to apply the Praise of Worship in the context of the life of the Dayak Kebahan community. Through the Belonokh culture in the Kebahan tribe, Kayu Bunga village will provide meaning and evangelistic entry for the Kebahan Dayak tribe to know Jesus Christ as God and Personal Savior in the tribe of material and application in Praise and worship through services in church and personal and family prayer altars. Belonokh can make it easier for the community to communicate God's love and be a living witness for the Dayak Kebahan tribe who do not believe and have not accepted Jesus as their personal Lord and savior. By looking at this phenomenon, every pastor in the local church should provide a theological understanding of belonokh to the congregation who are ethnic Dayak materials. The goal is that the ethnic Dayak community will be able to glorify God with Praise and Worship through Belonokh. This is also what pastors in the Indonesian Gospel Tent Church should do in Melawi Regency. In conducting this research, the researcher used a mixed sequential explanatory method. Data collection was carried out through questionnaires, observations and interviews. The results showed that there were 54.5% of pastors implementing and providing a biblical understanding of Belonokh, and 63.6% said that there were no cases of deviation from the Belonokh culture.
Abstrak Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis sebuah budaya Belonokh Dayak Kebahan sebagai upaya kontekstualisasi dalam Pujian Penyembahan. Pengkajian aspek arti dan nilai budaya Belonokh dalam upaya penerapan Pujian Penyembahan dalam kontek kehidupan masyarakat Dayak Kebahan. Melalui budaya Belonokh di suku Kebahan, desa Kayu Bunga akan memberikan makna dan pintu masuk penginjilan bagi suku Dayak Kebahan untuk mengenal Yesus Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamat pribadi dalam suku kebahan serta aplikasi dalam Pujian dan penyembahan melalui ibadah-ibadah di gereja maupun mezbah doa pribadi dan keluarga. Dengan belonokh dapat memudahkan masyakarakat untuk mengkomunikasi Kasih Allah dan menjadi kesaksian yang hidup bagi suku dayak kebahan yang belum percaya dan belum menerima Yesus menjadi Tuhan dan juruselamat secara pribadi. Dengan melihat fenomena ini, maka setiap gembala sidang di gereja lokal hendaknya memberikan pemahaman teologis tentang belonokh kepada jemaat yang beretnik dayak kebahan. Tujuannya adalah agar masyarakat yang beretnik dayak kebahan nantinya dapat memuliakan Allah dengan Pujian dan Penyembahan melalui Belonokh. Hal ini pula yang hendaknya dilakukan oleh gembala-gembala yang ada di Gereja Kemah Injil Indonesia di Kabupaten Melawi. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode campuran sekuensial eksplanotori. Pengumpulan data yang dilaksanakan adalah melalui angket, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 54,5% gembala-gembala melaksanakan dan memberikan pemahaman yang Alkitabiah tentang Belonokh, dan 63,6% mengatakan bahwa tidak ada kasus penyimpangan terhadap budaya Belonokh.
References
Purwanto, A., Erwan & Sulastiyastuti, D. (2007). Metode Penelitian Kualitatif Untuk Administrasi Publik dan Masalah-masalah Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada.
Hesselgrave,D.J.&Rommen,E.2015. Kontekstualisasi Makna, Metode, dan Model. Jakarta:
BPK GunungMulia.
Hibbert,Viv dan Mike. Pelayanan Musik, Yogyakarta: Yayasan ANDI, 1988.
Cet.1.
Selan, Ruth F. (2000). Pedoman Pembinaan Warga Jemaat. Bandung: Kalam Hidup.
Sorge, Bob. Mengugkapkan Segi-segi Pujian dan Penyembahan, Yogyakarta:
Yayasan Andi, 1991.
Tomatala, Y. 1996. Teologi Kontekstualisasi (Suatu Pengantar). Malang: Gandum Mas.
White, Jame F. Pengantar Ibadah Kristen, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Paulus Paulus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.