Teologi Sangserekan Sebagai Upaya Menciptakan Kehidupan Harmonis Di Daerah Buntu Pepasan

Authors

  • Densa Tale'
  • Meli Kuse

DOI:

https://doi.org/10.66511/anoterosjt.v1i2.17

Keywords:

Sangserekan Theology, Creating a Harmonious Life, Local Wisdom

Abstract

This article examines sangserekan theology as an effort to build a harmonious life in the midst of the social disharmony of the Toraja community, especially in Sapan Buntu Pepasan. With the anthropological approach of Stephen B. Bevans and ethnographic studies, this study explores the meaning of sangserekan as a philosophy of cognate relations that places humans and other creatures in an equal position before God. Data were obtained through literature studies and interviews on cultural practices and conflict dynamics influenced by social, economic, and shifting meanings of saroan groups. The results of the study show that sangserekan values—such as equality, solidarity, complementation, and familial love—can be reflected theologically as an ethical source to reduce conflicts, restore relationships, and strengthen social harmony in Toraja society. Sangserekan theology thus plays a role as a relevant local wisdom for the development of contextual theology and church ministry in Toraja.

References

Alexander, Ayub. “Raputallang Sebagai Konsep Konseling Kontektual Di Masyarakat Toraja.” BIA; Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen Kontekstual 2 No.2 (2019).

Backtiar, Harsya W. Budaya dan Manusia Indonesia. Malang: Hanindita, 1985.

Bevans, Stephen B. Model-model Teologi Kontekstual. Flores: Penerbit Ledalero, 2002.

BPS Gereja Toraja. Eklesiologi Gereja Toraja. Toraja: InsTitut Teologi Gereja Toraja Bidang Penelitian, Studi dan Penerbitan, 2021.

Burlian, Paisol. Patologi Sosial. Jakarta: Sinar Grafika Offset, 2021.

Darmawan, I Putu Ayub. “Pendidikan Perdamaian Dengan 12 Nilai Dasar Perdamaian.” BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 24 Juni 2019. https://doi.org/10.34307/b.v2i1.82.

Dewi, Ni Komang Ayu Purnia. “Menjunjung Hak Asasi Manusia Agar Terciptanya Masyarakat Yang harmonis.” Jurnal Ilmiah Hukum Sui Genesis 2 No.1 (2022).

Djadi, Jermia. “Gambar Dan Rupa Allah.” JURNAL JAFRAY Vol.2 No.1 (2004).

Jamilah, Fitrotin. “Kehidupan Harmonis Dalam Masyarakat Majemuk (Pentingnya pendekatan multikultur dalam pendidikan di Indonesia.” Jurnal Al-Makrifat 2 No.1 (2017): 35.

Ketut Sumadi. “Apresiasi Estetika Dan Etnis Multikultur Di Indoensia: Mencegah Disharmoni, Menjaga Kebertahanan NKRI.” Jurnal Seni Budaya, 2007.

Khotmah, Khotmah. “Toleransi Beragama.” Jurnal Ushuluddin 20 No.2 (2013): 212–22.

Kobong, Theodorus. Injil dan Tongkonan: Inkarnasi, Kontekstualisasi, Transformasi. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.

Lestari, Gina. “Bhinnekha Tunggal Ika: Khasanah Multikultural Indonesia Di Tengah Kehidupan Sara.” Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 28, no. 1 (27 Juni 2015). https://doi.org/10.17977/JPPKN.V28I1.5437.

Mali, Mateus. Iman Dalam Tindakan, Prinsip-prinsip Dasar Moral Kristiani. Yogjakarta: Kasinus, 2009.

Manginta, Hezron. “Suatu Kajian Teologis Tentang Makna Tongkon Dalam KKebudayaan Toraja Dan ImpliKasinya Bagi Kehidupan Warga Jemaat DI Jemaat Minanga.” Jurnal Kinaa Vo. V No.1 (2019).

Manopo, Teny Frans. “Pertobatan Ekologi Dalam Bingkai Filosofi ‘Sangserekan Bane’ Dan PanDemi Covid-19.” Kamasean: Jurnal Teologi Kristen 2 No.1 (2021).

Morissan. Psikologi Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia, 2013.

Nugroho, Fajar. Kebudayaan Masyarakat Toraja. Surabaya, 2015.

Objantoro, Enggar. “Religious Pluralism And Christian Responses.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 2, no. 1 (23 Februari 2018): 1–9. https://doi.org/10.46445/ejti.v2i1.94.

Pakpahan, Binsar Jonatan. Teologi Kontekstual dan Kearifan Lokal Toraja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2020.

Rosana, Ellya. “KONFLIK PADA KEHIDUPAN MASYARAKAT (Telaah Mengenai Teori dan Penyelesaian Konflik Pada Masyarakat Modern).” Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama 10, no. 2 (2015). https://doi.org/10.24042/ajsla.v10i2.1430.

Rumbi, Frans Paillin. “Manajemen Konflik Dalam Gereja Mula-Mula: Tafsir Kisah Para Rasul 2:41-47.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 3, no. 1 (30 Januari 2019): 9–20. https://doi.org/10.46445/ejti.v3i1.114.

Samarenna, Desti. “Berteologi Dalam Konteks Indonesia Modern.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 1, no. 1 (2017): 19. https://doi.org/10.46445/ejti.v1i1.53.

Sandarupa, Stanislaus. “Kebudayaan Toraja Modal Bangsa, Milik Dunia.” Jurnal.unpad.ac.id 16 No.1 (2014).

Sastrohartoyo, Ardi Raharjo, Rubin Adi Abraham, Jantje Haans, dan Tjahyadi Chandra. “The Priority of the Church’s Ministry during a Pandemic.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 5, no. 2 (28 Juli 2021): 164. https://doi.org/10.46445/ejti.v5i2.336.

Stanislaus, Surip. Harmoni Kehidupan. Yogyakarta: Kanisius, 2008.

Suwandi Sumartias, Agus Rahmat. “Faktor-Faktor Yang Mempenaruhi Konflik Sosial.” Jurnal Penelitian KomuniKasi 16. No.1 J (2013): 13–20.

T Ramadhani, Ren Megawati. “KetidaKmerataan Bantuan Pemerintah Kepada Masyarakat Selama Pandemi Covid-19.” Jurnal Hukum Magnum Opus 4 No.2 (2021).

Tangnga, Marthen. Wawancara oleh penulis (2022).

“To Sangserekan, Refleksi Teologis atas Keutuhan Ciptaan Dalam Budaya Toraja.” STT Rantepao, 2003.

Tohani, Entoh. “Kapasitas Kultural Pemimpin Informal Dalam Mewujudkan Mayarakat Harminis.” Diklus, Edisi XVI No. 2 (2012): 183.

Usman, Ridwan. “Konflik Dalam Perspektif Komunikasi: Suatu Tinjauan Teoritis.” MEDIATOR Vol.2 No.1 (2001).

Wijayanti, Fitra. Harmoni Dalam Keragaman. Mancana Baru: Cempaka Putih, 2019.

Downloads

Published

22-12-2023

Issue

Section

Articles

How to Cite

Teologi Sangserekan Sebagai Upaya Menciptakan Kehidupan Harmonis Di Daerah Buntu Pepasan. (2023). Anoteros: Jurnal Teologi, 1(2), 128-143. https://doi.org/10.66511/anoterosjt.v1i2.17